Ketika banyak orang jadi makin kadung ngotak-ngatik smartphone, pusat pemulihan yang mengkhususkan diri untuk mengatasi kecanduan dan masalah emosional mengatakan kalo perangkat mobile menimbulkan beberapa kebiasaan buruk yang bahkan jauh lebih buruk lagi. Duh!
"Smartphone adalah alat yang membantu memperburuk kecanduan itu," kata Om Joel Edwards, direktur eksekutif Morningside Recovery di Newport Beach, California.
Kelompok riset pasar comScore menemukan, sekitar 70% orang Amerika punya yang namanya smartphone dan hampir dua pertiga orang berusia di akhir 20-an tinggal di rumah tanpa sambungan telepon rumah.
"Teknologi ini mendorong kecanduan lebih cepat dan dengan intensitas yang lebih dari sebelumnya, "kata Edwards.
Perangkat mobile menyediakan 3 hal: aksesibilitas, keterjangkauan dan anonimitas, kata Robert Weiss, wakil presiden Elements, sebuah perusahaan kesehatan perilaku.
Mudah bagi orang untuk berhubungan dengan orang lain demi mendukung kecanduan itu. "Bahkan pengedar narkoba bisa dengan mudah bertansaksi via online,"katanya.
Smartphone juga memainkan peran sentral dalam kecanduan perilaku dengan kemudahan mengakses game, jejaring sosial, dan pornografi.
Sekitar 95% dari kecanduan ternyata berhubungan dengan game. Berikutnya adalah pornografi dan jejaring sosial. "Dengan smartphone Anda bisa melakukan itu sepanjang waktu,"ujar Cash, pendiri Restart Life, sebuah pusat pemulihan.
Anak-anak muda sangat beresiko, kata Cole Rucker, pendiri dan CEO dari Paradigm Malibu, pusat kesehatan dan pengobatan penyalahgunaan narkoba pada remaja.
"Beberapa tahun lalu, masalah terbesar mereka adalah berhenti merokok. Sekarang, tantangan terbesar mereka adalah tidak memegang ponsel," katanya. Remaja yang menderita depresi atau kecemasan sering menggunakan smartphone sebagai kompensasi, kata Rucker. "Memakai ponsel bagaikan memakai narkoba, yaitu cara untuk menghindari pikiran dan perasaan."
Lalu, bisakah kecanduan ini disembuhkan? "Tidak ada pengobatan untuk kecanduan ponsel atau kecanduan internet." kata Weiss. Yang paling penting, cari tahulah apakah Anda memiliki masalah dalam kehidupan pribadi.
"Orang takkan jadi kecanduan tanpa defisit dalam hidup yang mendasarinya," kata Weiss. "Mereka memiliki kebutuhan untuk menemukan sesuatu yang tak mereka temukan dalam kehidupan mereka di tempat lain."
Sementara kecemasan dan depresi bisa menjadi masalah utama, masalah ini juga bisa disebabkan oleh kesepian atau stres yang berhubungan dengan pekerjaan.
Para konselor di Morningside Recovery mencoba mengatasi ketergantungan akan smartphone melalui terapi kelompok, menulis journal, dan berjalan-jalan di alam bebas.
"Kami menempatkan klien kami dalam sekelompok orang untuk memungkinkannya mengobrol dengan yang lain," kata Edwards.
Sementara Restart Life, membantu mengatasi kecanduan pada pria di atas 18 tahun dengan menjauhkan mereka dari media digital selama 35 sampai 90 hari. Ini lumayan dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial mereka.
Jadi, jika lo termasuk sering chatting atau membuka ponsel sambil liat gitu-gituan sambil pegang anu-anuan hati-hati aja. Yakali lo udah kecanduan ponsel!.
"Taking selfie dulu ahh.."
End.
